Strategi Megawati Setelah Ahok menjadi Tersangka

Strategi Megawati Setelah Ahok menjadi Tersangka

Strategi Megawati Setelah Ahok menjadi Tersangka
Dr.(H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia ke 5 periode 23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004.

 

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kader partainya tetap tenang menyikapi penetapan tersangka terhadap calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

PDIP pun menyiapkan strategi untuk pemenangan pasangan Ahok-Djarot usai penetapan tersangka. Apa strateginya?

“Strategi itu kan rahasia ya, apa yang dilakukan nanti oleh Pak Ahok. Lalu kita semua ini wasit juga lah kalau ada mereka yang datang menolak (Ahok kampanye),” ujar Megawati usai memimpin rapat koordinasi (rakor) Pilkada Serentak 2017 di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro Jakarta, Kamis, (17/11/2016).

BACA JUGA  :  AHOK TERANCAM HUKUMAN 6 TAHUN DI PENJARA

 

Megawati menilai, ketika ada orang yang menolak Ahok untuk berkampanye, kemungkinannya hanya dua.

“Satu memang dibayar, kedua memang enggak tahu aturan. Bahwa negara kita negara hukum, jadi apa pun diselesaikan lewat hukum. Kita jangan lupa kalau Pak Ahok itu haknya untuk dipilih masih ada,” kata Megawati.

Dia juga meminta masyarakat mempercayakan kasus dugaan penistaan agama yang membelit Ahok kepada proses hukum.

“Saya mengatakan bahwa RI itu negara hukum, jadi segala sesuatunya harus kita percaya kepada hukum, kepada siapa pun, tidak hanya pada kasus Pak Basuki Tjahaja Purnama saja,” kata Megawati.

Dibeberkan Oleh beritaterpanas.com