Polisi dalam Berburu Pembawa Uang Dimas Kanjeng Rp 2 Triliun

Polisi dalam Berburu Pembawa Uang Dimas Kanjeng Rp 2 Triliun

Polisi dalam Berburu Pembawa Uang Dimas Kanjeng Rp 2 Triliun
Polisi dalam Berburu Pembawa Uang Dimas Kanjeng Rp 2 Triliun

Kepolisian Daerah Jawa Timur terus memburu atas harta kekayaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi pendiri Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Cangkelek, Probolinggo, Jawa Timur.

Kasubdit Keamanan Negara Ditreskrimum AKBP Cecep Ibrahim mengatakan penyidik kini mendata pada aset milik Taat Pribadi yang diduga tersebar di luar Kabupaten Probolinggo. Selain itu, polisi juga memburu orang kepercayaan Taat Pribadi yang bernama Dofir dan Doddy.

Keduanya diduga membawa uang milik Taat Pribadi yang luar biasa banyaknya  sejumlah Rp 2 triliun. “Saat ini, kita sedang mendata dan akan memburu aset milik tersangka,” ujar AKBP Cecep di Polda Jatim, Rabu, 5 Oktober 2016.

Sosok Doddy sebagai orang kepercayaan Taat Pribadi dibenarkan oleh Arifin Aming, salah seorang pengikut dari  Padepokan Dimas Kanjeng yang masih bertahan di tenda padepokan. Menurut dia, Doddy juga pernah membawa uang dari Dimas Kanjeng sekitar Rp 500 juta sampai Rp 800 juta pada 2014.

BACA JUGA :

KARENA DIMAS KAJENG SEORANG ISTRI JUAL TANAH WARISAN

“Dia juga  itu mungkin yang mencatut nama Dimas Kanjeng untuk menambah keuntungannya sendiri,” kata Arifin Aming, warga Jember, kepada Beritaterpanas.com

Arifin juga mengungkapkan Doddy yang merupakan dari warga Pasuruan, Jawa Timur. Nama Doddy beredar setelah Taat Pribadi menyebutkannya kepada anggota DPR RI yang datang ke Polda Jatim.

Saat itu, Taat Pribadi menyebutkan dirinya bahwa  masih saja menyimpan uang sebesar Rp 1 triliun di Desa Beji, Pasuruan, Jawa Timur, yang merupakan yang  bertempat  tinggal Doddy.

“Doddy ini kepercayaan dari Dimas Kanjeng dan saya tahu juga  sering kali dia ke sini,” kata Arifin.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Argo Yuwono H menyatakan sejak dilakukan yang  rekonstruksi pembunuhan, Taat Pribadi juga dijerat pasal penipuan.

“Untuk perkara dugaan penipuan dan penggelapan masih dari  satu dari warga yang laporan ke Mabes Polri. Sampai saat ini, perkara tersebut masih belum dilimpahkan pada Polda Jatim, kami fokus yang pembunuhan dulu,” kata Argo.

Sebelumnya, Polda Jatim menyita juga aset di sekitar Padepokan Dimas Kanjeng, di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo berupa rumah utama, 6 unit mobil mewah serta binatang yang berada di fitness center yang terletak di area padepokan itu.

Dibeberkan Oleh Beritaterpanas.com