Perubahan Vagina ketika berhenti bercinta

Perubahan Vagina ketika berhenti bercinta

Perubahan Vagina ketika berhenti bercintaPerubahan Vagina ketika berhenti bercinta ini membuat pengaruh dalam kehidupan seorang pasangan  dan dalam berumah tangga yang menjadi perioritas utama dalam kehidupan perempuan  dimulai dari media sosial, pekerjaan kantor m mengurus rumah tangga sampai mengasuh anak sehingga membuat untuk melakukan bercinta menjadi melemah.

bedasarkan penelitian , kurangnya melakukan hubungan intim bisa menurunkan keharmonisan dalam berumah tangga sebesar 50 – 70 % disamping hal itu ada yang lebih penting dan perempuan harus mengetahuinya.

Apabila sudah lama tidak melakukan hubungan intim ini sangat berakibatkan dinding vagina mengalami penipisan  yang bisa dinamakan Vaginal Atriphy  yang di langsirkan menurut mirror , dalama masalah wanita mengalami penurunan dalam hal produksi estrogen.

 

 

 

BACA JUGA :   Posisi Seks untuk Orgasme yang Lebih Menggetarkan

 

 

 

Ada pun tanda-tanda penurunan produksi hormon estrogen yaitu dengan gejalan  awal ketika merasakan gatal , susah buang air kecil dan timbulnya sensasi terbakar pada bagian Vagina.

Berdasarkan Dari  Dr Louise Mazanti ”Sangatlah penting dalam kehidupan seks yang sehat baik pada pasangan baik dari pasangan kita maupun dari kita sendiri” dari seorang terapis seks di London.

Hidup seks yang sehat adalah kunci dalam memerangi atrofi vagina sehingga mengurangi perubahan vagina ketika berhenti bercinta dan ini juga membuat orgasme menjadi aliran darah menjadi meningkat dengan orgasme yang teratur .

Walaupun perempuan belum punya pasangan bukan berarti puasa dalam bercinta , ini merupakan kesalahan besar , walaupun tidak ada pasangan wanita juga harus menstimulasi kehidupan seksnya , Dengan bertujuan menjadi aliran darah yang kencang ketika oragasme dan vagina menjadi lebih sehat.

 

Apabila sel yang tidak mendapatkan oksigen yang cukup maka limbah dari jaringan tidak dapat di tangganin maka mengakibatkan radang pada  jaringan yang berujung pada atrofi vagina yang di peringatkan oleh seorang DR Mazanti.

Dibeberkan oleh beritaterpanas.com