Mendulang Untung di Demo 2 Desember

Mendulang Untung di Demo 2 Desember

Mendulang Untung di Demo 2 Desember
Seorang pedagang, Azizin, menjajakan foto pimpinan Front Pembela Islam jelang demo 2 Desember

Aksi damai 2 Desember yang diikuti ratusan ribu orang kemarin berlangsung dengan tertib. Aksi yang berpusat di Lapangan Monas ini pun rupanya turut membawa berkah bagi segelintir orang yang mencoba peruntungan dengan menjajajakan dagangannya di tengah kerumunan massa.

Di antara mereka yaitu para penjual kaus dan atribut aksi bertajuk Bela Islam III itu. Salah satunya Yahya, pria yang selama ini berprofesi sebagai pedagang kaus dan berbagai pernak-pernik di pasar malam.

Yahya mengaku telah berjualan di Silang Monas sejak pagi, sebelum massa pemdemo datang. Ia mengaku mendapat berkah dari adanya demo tersebut. Sejak pagi hingga jelang siang saja, dagangannya sudah diserbu warga.

Sebanyak 200 lusin kaus nyaris ludes terjual oleh massa demo 2 Desember.

“Saya bawa dua karung. Satu karung isinya sampai 100 lusin. Tadinya size lengkap sampai XXL, tapi sekarang sisa S saja. Ukuran lain tinggal beberapa,” kata Yahya kepada Beritaterpanas.com di Monas, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

Padahal, harga kaus yang dijual Yahya terhitung tidak murah. Akan tetapi, bahan dan warna kaus serta jenis sablon sederhana.

“Ini awalnya (jual) Rp 80 ribu, udah sore saya korting (jadi) Rp 50 ribu. Discount kasihlah paling goceng (Rp 5 ribu),” ujar pedagang asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu.

Sementara, para pembeli umumnya mengaku tertarik membeli kaus tersebut sebagai buah tangan usai demo 212. “Ya, saya sudah jauh dari luar kota, ikut Aksi Bela Islam, ada kaus gambarnya ini. Jadi seperti oleh-oleh saja,” ujar Cecep, pendemo asal Kuningan.

Selain Yahya, ada juga Azizin. Pria asal Bogor ini berjualan foto dan poster para ulama dan Habaib yang menjadi teladan para jemaah yang ikut dalam aksi tersebut. Azizin menggelar dagangannya di trotoar Masjid Istiqlal, tempat ribuan jemaah menginap sebelum mengikuti demo 2 Desember.

Dia mengatakan, dari jajaran foto atau poster yang dijual, beberapa diantaranya adalah ulama terkemuka seperti Habib Umar Bin Hafidz, Habib Munzir, Ustad Arifin Ilham, dan Mendiang Ustadz Jefri Albuchori. Selainitu, tidak ketinggalan foto Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.

“Ada dua macam bang, yang Rp 10.000 dan Rp 5.000,” ujar Azizin (27) pedagang foto para pimpinan FPI asal Pekalongan kepada Beritaterpanas.com di Masjid Istiqlal, Jakarta Kamis 1 Desember 2016.

Azizin tak sekali ini berjualan, hampir setiap hari besar keagamaan, sehabis salat Jumat, dan acara-acara FPI, foto-foto itu digelarnya.

BACA JUGA  :   CARA MENEBAK ISI HATI PRIA BERZODIAK AQUARIUS

 

Jangan remehkan selembar kertas yang harganya relatif murah ini. Sebab, foto ini merupakan pundi-pundi emas bagi Azizin. Penghasilannya dari berdagang foto itu, dapat mencapai Rp 1 juta sekali jualan.

“Untung-untungan bang, kalau sepi, ya sepi. Tapi, terakhir, kemarin dapat seribu (Rp 1 juta),” kata Azizin.

Dia sudah melakoni usaha itu sejak tiga tahun lalu. Azizin mengaku, selain mencari rezeki, ia ingin memperkenalkan para habib kepada massa demo 2 Desember.

“Ada jual ranjinya (garis keturunan) juga, Bang,” kata Azizin.

Menurut dia, ada pula pembeli yang percaya pada berkah dan karamah. Mereka sengaja membeli foto Rizieq Shihab, untuk ditempel di dinding rumahnya.

“Percaya enggak percaya sih, tapi kemarin lihat videonya habib (Rizieq) pas demo, peluru gas air matanya membelok,” kata Ahmad (34) seorang demonstran asal Tangerang sembari memperlihatkan rekaman demo 4 November lalu.

Dibeberkan Oleh beritaterpanas.com