Kisah Pengemis yang kini menjadi pengrajin Topeng

Kisah Pengemis yang kini menjadi pengrajin Topeng

 

Kisah Pengemis yang kini menjadi pengrajin Topeng

 

Sudah sekitar 7 tahun , Mustaq Bilal ( 35) telah lama menekunin pekerjaan pengrajin kesenian barong.Dengan kondisi tanpa kaki dan cuma satu tangan pahit berjuang mencari pekerjaan yang sudah dilakoninya .

 

Sebelum menekunin usahanya , Bilal mengaku sempat di tawarin beberapa pekerjaan oleh kenalannya . Dia di tawarin pekerjaan di luar kota dengan iming-iming gaji senilai Rp.1.500.000  per bulan.

” Tahun 2009 saya juga pernah ikut orang ke Samarinda di Kalimantan Timur . Katanya dipekerjaan sebagai penjaga toko kitab. Motivasinya untuk bekerja tidak ingin merepotkan orang tuanya ” tutur Bilal saat di temui di rumahnya oleh Beritaterpanas.com  Jalan kuntulan , Kelurahan Bakungan Di Banyuwangi pada akhir pekan lalu.

Mulanya Bilal dijanjikan perjalanan dari Bayuwangi menuju Samarinda dengan menggunakan pesawat. Rupanya sebelum menuju Samarinda dia harus transit di rumah bossnya di madura untuk melanjutkan perjalanan dengan kapan laut . Sesampai di Samarinda  pekerjaan yang dijanjikan hanyalah tipuan .Rupanya boss yang menjanjikannya pekerjaan memang mencari orang-orang yang di fabel untuk dipekerjakan sebagai pengemis jalanan.

 

”Sampai disana ternyata saya di antar ke pasar di suruh mengemis . Saya kerja setengah hari dari pagi sampai siang dapat uang sampai Rp 200.000 tiap hari , ” Katanya.

Selama seminggu berkerja itu uang yang di terimanya langsung di setor ke boss yang memperkerjakannya .Meskipun belum mendapat upah , Bilal mengaku tidak betah dan memilih kabur dari pada  mengemis.

Bersama 2 orang temannya yang juga mengalami cacat fisik  Bilal akhirnya berhasil kabur menuju terminal. Bilal memakai  barang yang di bawaannya adalah pakaian yang melekat di badannya dan 1 Hp.

”Semua barang saya tinggalkan disana , sampai di terminal saya telepon teman saya yang tinggal di dekat terminal untuk sembunyi . Sempat disana sebentar kemudian jual hp buat beli  tiket sampai surabaya dan ke banyuwangi naik kereta, ” Yang di ceritakan Kisah anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Bilal mengaku pengalaman pahit itu menjadi pelajaran dalam hidupnya . Tidak mau lagi ditipu orang lagi , dan ia memilih menyalurkan hobby dan bakatnya memahat untuk membuat kerajinan barong.

Kisah Pengemis yang kini menjadi pengrajin Topeng

” Alhamdullilah dari pengalaman itu saya menjadi semgangat bekerja sekarang saya memilih di rumah dan bisa menemanin ibu dan membuat kerajinan barong ,” Katanya .Dibeberkan oleh Agen Togel Resmi.