Apa yang Sebenarnya Terjadi Dengan Mutmainah Mutilasi Terhadap Bayinya?

Apa yang Sebenarnya Terjadi Dengan Mutmainah Mutilasi Terhadap Bayinya?

Apa yang Sebenarnya Terjadi Dengan Mutmainah Mutilasi Terhadap Bayinya?
Mutmainah (28) tidak merasakan ia memutilasi anak kandungnya, Arjuna (1).

Mutmainah (28) mengaku tidak  merasakan memutilasi anak kandungnya, Arjuna (1). Ia tidak tahu kenapa anaknya bisa meninggal dunia. Kepada keluarganya  ibu muda yang biasa disapa Iin itu mengaku kalau ia tidak sedikit pun melukai anakya.

“Saya cuman motong sebuah boneka kayu yang  bewarna kuning, eh.. Arjuna mati,” ujar Muhammad Wahidin menirukan ucapan adik kandungnya, Iin. Ibu muda itu sekarang  masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Muhammad Wahidin atau biasa dipanggil Wahid  menceritakan bahwa adiknya kini telah berubah menjadi aneh. Ia sedikit pun tak sadarkan diri. Wahid mendampingi Iin sejak ia ditemukan tanpa busana di kontrakannya hingga pada saat kejadian.

“Pas di rumah sakit, saya tanya-nanyain berulang kenapa dia tega melakukan begitu (memutilasi) pada Anaknya , Dia-nya jawab ‘tidak kan yang saya cuman potong hanya cuman sebuah boneka’,” jelas Wahid di Cengkareng, Rabu (5/10/2016).

Wahid menerangkan  selama 2 bulan ke belakang  adiknya sering berbicara ngawur. “Dia juga pernah depresi beberapa tahun lalu, sampai dibawa berobat ke Jawa Tengah,” kata Wahid.

Di lain waktu jgua  Iin membuat pengakuan berbeda. Dia mengatakan alasannya memutilasi anaknya karena ada bisikan-bisikan aneh pada  di telinganya. Bahkan, menurut Wahid, Iin mengaku dibisiki pocong untuk mengasah pisau dapurnya lalu memutilasi anaknya.

“Dia dapat bisikan dari pocong yang berada  di rumah kontrakannya, katanya disuruh ngasah pisau di pantatnya ulekan. Dia tidak tahu pas melakukannya  (memutilasi) Arjuna, sampai tidak sadar kalau dia sudah tidak pakai baju,” kata Wahid.

BACA JUGA :

MISTERI 2 POCONG SAAT IBU MUTILASI BAYINYA DI CENGKARENG

Di kesempatan lainnya pada  saat ditanya polisi di RS Kramat Jati, Iin memberikan jawaban berbeda. Ia mengaku tengah menuntut ilmu hitam sehingga potongan tubuh pada bayinya merupakan prasyarat yang harus ia penuhi.

“Pas direkam oleh  Polwan, dianya (Mutmainah) jawab, sengaja gituin (memutilasi) Arjuna karena ia lagi pelajarin ilmu hitam,” kata Wahid.

Dalam pengakuannya di RS Kramat Jati, Mutmainah merasa tidak selesai dalam ritualnya. Semua potongan tubuh belum lengkap, ia gagal memenuhi atas syarat ilmu hitam itu. Iin ingin  sekali memiliki kemampuan menyembuhkan. Maka dari bisikan yang ia terima ia haruskan memutilasi bagian tubuh anaknya.

“Katanya ada 5 syarat yang harus dilakukannya, Ia harus motong kemaluan, kuping, jari kaki, jari tangan, dan lidahnya. Ilmu itu untuk nyembuhin kakaknya saat ini yang tunarungu,” kata Wahid.

Namun, sebelum semua bagian itu termutilasi, Arjuna meninggal dunia. Iin tak sempat memutilasi lidah Arjuna. “Enggak lengkap, karena itu Arjuna mati dan dia gagal, kata Iin,” terang Wahid.

Bagian tubuh itu kemudian meletakkan di piring sebagai sesajen. Tujuannya agar salah satu kakak Iin yang tunarungu dapat sembuh.

“Diletakkan di piring, kata Iin itu masih ada yang kurang belum lengkap, karena lidahnya enggak ada,” ucap Wahid.

Iin diduga telah  membunuh anak kandungnya yang bernama Arjuna (1) dengan cara dimutilasi. Potongan tubuh bayi yang tidak  berdosa itu kemudian diletakkan di atas sebuah piring. Usai memutilasi, Iin berdiam diri di samping pada  jasad anaknya. Saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari kepolisian dan  Terakhir Iin berada di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta Timur untuk pemeriksaan kejiwaan.

Dibeberkan Oleh Beritaterpanas.com