Ahok-Ketua DPRD berdamai jelang pilkada DKI

Ahok-Ketua DPRD berdamai jelang pilkada DKI

072011800_1421056562-ahok_sidang_paripurna3
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wagub Djarot Saiful Hidayat pada saat tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Senin (12/1/2015). (beritaterpanas.com)

Tim sukses atau Timses ini bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) resmi dibentuk.

Ketua DPRD DKI yang juga Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, ditunjukan menjadi ketua timses pemenangan Ahok-Djarot, dalam pagelaran Pilkada DKI 2017.

“Saya kira itu sudah menjadi keputusan dari  tim,” ucap Ahok usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kompleks Monumen P‎ancasila Sakti di  Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).‎

Ahok dan Prasetyo selama ini memang selalu  berseberangan, khususnya terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis‎ Pantai Utara Jakarta (RTRKSP).

Keduanya juga saling melempar komentar yang bertolak belakang terkait Raperda RTRKSP, yang selalu ‘panas’ ketika dibahas dalam rapat paripurna.

Bahkan, pembahasan Raperda RTRKSP tersebut juga  berujung dugaan suap. Tiga orang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus tersebut.

 BACA JUGA : FILM WARKOP DKI MENCAPAI 6 JUTA PENONTON

Mereka adalah bekas dari  Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi, ‎mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesmaan Widjaja, dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro.

Khusus Ariesman dan Trinanda sudah bisa  divonis. Putusan mereka sudah sah  dan kini tengah menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sementara itu  Sanusi masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baik Ahok maupun Prasetyo juga  beberapa kali diperiksa KPK. Bahkan, keduanya juga sudah beberapa kesempatan telah dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan.

Meski kerap berseteru terkait dengan Raperda RTRKSP, Ahok dan Prasetyo kini tampaknya harus menjadi  berdamai. Sebab, keduanya kini harus tetap  fokus jelang Pilkada DKI 2017.

Ahok pun tidak perlu khawatir, karena fokus utama times tentu untuk memenangkan pada pasangan Ahok-Djarot sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI 2017-2022.

“Kenapa harus  khawatir ya, kan yang dijual itu kami (Ahok-Djarot),” pungkas Ahok. Dibeberkan Oleh Beritaterpanas.com